Perdagangan Internasional Sebagai Salahsatu Isu Dalam Pembangunan Internasional


Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah dengan Produk Domestik Bruto (PDB). PDB merupakan indikator kesejahteraan perekonomian di suatu negara dan dapat menjadi rujukan untuk mengukur kesejahteraan masyarakat yang diukur dengan tingkat pendapatan (income).
Perdagangan internasional merupakan salah satu variabel penting pertumbuhan ekonomi di suatu perekonomian; tidak mengherankan bahwa seluruh negara berupaya keras untuk mendorong kerjasama perdagangan dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, perdagangan internasional juga memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan internasional suatu negara yang sedang membangun negaranya. Sehingga, hal ini dapat difahami bersama bahwa suatu negara mempunyai kapasitas dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan berlomba-lomba dalam menigkatkan kegiatan ekspor barang daripada impor.
Beberapa manfaat dari perdagangan internasional antara lain :
(1) mendatangkan devisa yang besar terutama bagi eksportir dan produsen,
(2) kenaikan sisi eksport akan menambah kapasitas produksi / volume produksi yang berakibat pada tersedianya kesempatan kerja baru,
(3) terjadinya transfer barang yang akan diikuti dengan masuknya modal kedalam negeri,
(4) terjadinya transfer teknologi dari luar kedalam negeri.
mengingat arti pentingnya perdagangan internasional bagi pembangunan ekonomi, maka di era globalisasi ini, perdagangan internasional sudah menjadi kebutuhan bagi setiap bangsa yang ingin maju khususnya dibidang ekonomi.
Setiap negara menginginkan banyaknya keuntungan yang diperoleh dan dapat meningkatkan devisa negara agar dapat meningkatkan pembangunan dalam negeri. Sebagai contoh yaitu, Indonesia dengan Kualitas dan kekuatan gerbong kereta api nya menjadi eksportir utama dalam mengirimkan transportasi kereta api bagi negara Bangladesh, menjadi faktor utama PT Industri Kereta Api (Inka) kerap kali memenangkan tender pengadaan gerbong kereta penumpang oleh Pemerintah Bangladesh. PT INKA telah mengekspor gerbong kereta penumpang ke Bangladesh sejak tahun 2005, berlanjut pada pemesanan 150 gerbong pada tahun 2016 senilai US$ 72 juta. Minat Bangladesh terhadap gerbong buatan PT INKA berlanjut di tahun 2018, PT INKA kembali memenangkan tender untuk pengadaan 250 gerbong kereta penumpang yang akan mulai dikirim pada Januari 2019.
Hal ini merupakan bentuk nyata dari keberhasilan Indonesia dalam melihat pasar perdagangan internasional dan salahsatu keberhasilan dari diplomasi ekonomi Indonesia. Indonesia dan Bangladesh menjadi mitra kerjaama dan juga telah menjalin hubungan bilateral sejak lama, sehingga kedua negara sama-sama meningkatkan pembangunan dalam negeri.

Referensi :
·         Sulthon Sjahil Sabaruddin, “ Dampak Perdagangan Internasional Indonesia Terhadap Kesejahteraan Masyarakat: Aplikasi Struktural Path Analysis “, Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Volume 17, Nomor 4, April 2015. Hal : 433-456.
·  Sugiharini, “ Kontribusi Perdagangan Internasional Bagi Pembangunan Bangsa” Artikel MODERNISASI, Volume 2, Nomor 1, Februari 2006. Hal : 59-65.

Komentar